Rabu, 26 Maret 2025


Investasi saham menjadi salah satu pilihan menarik bagi banyak orang yang ingin mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang. Namun, bagi investor yang berpegang teguh pada prinsip syariah, penting untuk memastikan bahwa investasi halal yang dilakukan bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (spekulasi berlebihan).

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu investasi saham yang halal, apa saja keuntungannya, dan bagaimana cara memilih saham halal yang tepat secara mandiri.

Apa Itu Investasi Saham Halal

Investasi saham halal adalah investasi yang dilakukan pada saham perusahaan yang beroperasi sesuai dengan prinsip syariah Islam. Artinya, perusahaan tersebut tidak terlibat dalam aktivitas yang diharamkan seperti:

  • Perbankan konvensional berbasis bunga (riba)

  • Industri minuman beralkohol dan rokok

  • Perjudian dan aktivitas spekulatif

  • Bisnis hiburan yang bertentangan dengan nilai Islam

  • Produk makanan dan minuman yang tidak halal

Keuntungan Investasi Saham Halal

Berinvestasi dalam saham halal memiliki sejumlah keuntungan, baik dari sisi ekonomi maupun spiritual. Berikut adalah beberapa keuntungan utama dari investasi saham halal:

1. Bebas dari Unsur Riba dan Haram

Keuntungan utama dari saham halal adalah memastikan bahwa sumber keuntungan yang diperoleh bebas dari riba dan aktivitas yang tidak sesuai dengan prinsip Islam. Hal ini memberikan ketenangan bagi investor yang ingin menjaga kehalalan harta mereka.

2. Potensi Keuntungan Jangka Panjang

Seperti investasi saham pada umumnya, saham syariah juga memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang. Dengan strategi investasi yang tepat, investor dapat memperoleh capital gain (kenaikan harga saham) dan dividen dari perusahaan yang menguntungkan.

3. Transparansi dan Pengawasan Ketat

Saham halal yang masuk dalam daftar saham syariah telah melalui proses seleksi ketat oleh Dewan Syariah, seperti yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Daftar Efek Syariah (DES). Hal ini menjamin bahwa perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut telah memenuhi kriteria syariah.

4. Stabil dan Minim Risiko Spekulasi

Karena saham syariah menghindari praktik spekulasi berlebihan dan ketidakpastian, investasi ini cenderung lebih stabil dibandingkan saham konvensional yang bergerak dalam sektor yang lebih spekulatif seperti perbankan dan komoditas berisiko tinggi.

Tips Memilih Saham Halal yang Tepat

Bagi investor yang ingin berinvestasi dalam saham halal, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memastikan bahwa saham yang dipilih sesuai dengan prinsip syariah:

1. Cek Daftar Efek Syariah (DES)

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara rutin menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) yang berisi daftar saham yang memenuhi kriteria syariah. Daftar ini bisa dijadikan referensi utama dalam memilih saham halal.

2. Gunakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) atau Jakarta Islamic Index (JII)

Investor juga bisa menggunakan indeks saham syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) untuk menemukan saham yang telah lolos seleksi syariah.

3. Periksa Laporan Keuangan Perusahaan

Sebelum membeli saham, pastikan untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan. Saham halal harus memenuhi syarat bahwa total utang berbasis bunga tidak melebihi 45% dari total aset dan pendapatan non-halal tidak boleh lebih dari 10% dari total pendapatan perusahaan.

4. Pelajari Model Bisnis Perusahaan

Pastikan bahwa perusahaan yang akan diinvestasikan tidak bergerak dalam sektor yang dilarang oleh Islam, seperti industri alkohol, rokok, perbankan konvensional, perjudian, atau hiburan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dengan memahami konsep ini, Anda bisa mulai berinvestasi dengan lebih percaya diri dan tenang. Jangan ragu untuk menggunakan aplikasi yang menyediakan investasi halal seperti GROWIN by Mandiri Sekuritas.


Keuntungan & Tips Pilih Investasi Halal Jenis Saham Secara Mandiri

Minggu, 02 Maret 2025



Ruam kulit adalah salah satu penyakit kulit pada bayi yang umum dan cukup banyak terjadi. Meskipun dapat dikatakan kondisi tidak berbahaya, namun efek dari ruam ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman bahkan sampai rewel. Maka dari itu dengan memahami beberapa penyebabnya dapat membantu bunda agar dapat memberikan langkah pencegahan diawal dan cara merawatnya ketika sudah terjadi

Penyebab Ruam Kulit Pada Bayi

Sebelum lebih jauh mengenai ruam ini, ada baiknya kita memahami bersama beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab ruam ini, yaitu diantaranya:

  1. Iritasi Dari Produk
    Ruam sering muncul karena kontak dengan popok yang lembab terlalu lama. Selain itu pada beberapa kasus, gesekan dan bahan kimia dalam tisu basah juga bisa memicu iritasi ini.

  2. Alergi
    Beberapa bayi memiliki kulit sensitif terhadap deterjen, pewangi, atau bahan pakaian tertentu yang menyebabkan ruam merah dan gatal.

  3. Keringat Berlebih
    Cuaca panas dan kelembaban tinggi dapat menyebabkan biang keringat, yaitu ruam merah kecil di area lipatan kulit bayi.

  4. Infeksi Jamur atau Bakteri
    Lingkungan yang lembab bisa memicu pertumbuhan jamur atau bakteri, menyebabkan ruam yang lebih parah dan memerlukan perhatian medis.

Perawatan Untuk Ruam Kulit pada Bayi

Setelah mengetahui beberapa penyebab ruam di atas, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana melakukan treatment bagi ruam yang terjadi pada kulit si kecil, agar ruam nya tidak bertambah parah dan lekas sembuh.

  1. Jaga Kebersihan dan Kelembapan Kulit
    Mandikan bayi dengan air hangat dan gunakan sabun yang lembut untuk menghindari iritasi lebih lanjut. Agar kulit tidak kering cukup gunakan air hangat kuku dan usahakan agar durasi mandi ini tidak terlalu lama.

  2. Gunakan Pakaian yang Nyaman
    Pilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan hindari pakaian ketat. Karena pakaian yang ketat akan membuat kulit kesulitan bernafas sehingga akan memudahkannya untuk menjadi lembab.

  3. Ganti Popok Secara Rutin
    Pastikan popok bayi diganti secara teratur agar kulitnya tetap kering dan bersih. Selain itu gunakan produk yang sudah teruji secara klinis serta cocok untuk kulit si kecil, seperti popok dari sweety.

  4. Hindari Produk Dengan Bahan Kimia Keras
    Gunakan sabun yang mengandung bahan alami serta hypoallergenic untuk menghindari reaksi alergi.

Ruam kulit pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti iritasi, alergi, atau infeksi. Semoga dengan beberapa penjelasan diatas mengenai perawatan yang tepat, penyakit kulit seperti ruam ini dapat diatasi dengan mudah, ruam hilang si kecil pun senang !


Kenali 4 Penyebab Dan Perawatan Untuk Ruam Kulit pada Bayi